Jumat, 19 Oktober 2012

Istilah-istilah dalam dunia hiburan Jepang!

Istilah-istilah dalam dunia hiburan Jepang!

ASADORA, kependekan dari Asa Dorama alias drama pagi, jadi jelas ini adalah dorama yang diputer pagi pagi, tentu segmen utamanya ibu ibu dong. Istilah ASADORA ini menjadi trademark dari NHK, sebab emang NHK yang demen muter dorama pagi pagi, biasanya jam 8 seperempat pagi.

CHANBARA/CHAMBARA, ini adalah jenis film atau dorama yang mengangkat tema pertarungan menggunakan katana/pedang, kendo, dan cerita cerita tentang samurai.

GEINOKAI, yang artinya “industri hiburan”, kalau GEINOJIN artinya “selebritis”. Suku kata “GEI” itu mengacu pada kata “seni”, yang juga dipakai sebagai suka kata dalam kata “Geisha”.

GETSUKU, nah ini perlu penjelasan agak panjang, sebab pengertiannya sudah melebar, mulanya getsuku mengacu pada “prime time”, nah prime time di Jepang itu adalah jam 9 malam dan hari senin, karenanya dinamakan Getsuku, yang mana penulisannya terdiri dari 2 kanji, yaitu kanji “getsu” dari kata getsuyoubi yang artinya hari senin, dan “ku” yang artinya angka sembilan. Biasanya hari senin jam 9 itu diputer premier dorama, jadi diwaktu itu adalah waktu yang prima. Nah karena biasanya di waktu prima itu diisi dengan dorama yang high selling/trendy dorama, maka penggunaan kata getsuku melebar menjadi dorama yang trendy atau popular.

ICHI WA KANKETSU KEISHIKI, yang dapat diartikan “satu episode selesai”, maksudnya adalah cukup satu episode saja untuk menyelesaikan cerita dorama series itu, episode berikutnya ceritanya berbeda, meski mungkin tokoh utamanya tetap. Jadi tiap episode bisa berdiri sendiri. Di Jepang tipe dorama seperti ini biasanya di khususkan pada drama komedi, drama yang berkaitan dengan cerita detektif, keiji/deka (tentang kepolisian), pengacara, medis, dan lainnya yang bersifat profesi, drama misteri, dan juga drama jidaigeki/kanzen choaku. Atau juga tipe serial tokusatsu jaman dulu macam Kamen Raider, dimana tiap episodenya diakhiri dengan kematian sang monster. Jarang diterapkan dalam drama trendy/popular.

JIDAIGEKI, jenis film/drama yang mengangkat tema setting tahun cerita sebelum 1900, jadi mengangkat cerita Jepang jaman Edo atau periode jaman Tokugawa (1600 s/d 1867), cirinya adalah penggunaan kostum yang asli tradisional Jepang jaman dahulu, prianya biasanya berambut semi gundul dengan rambut yang disanggul diatas itu lho..

KANZEN CHOAKU, yang artinya kurang lebih “kejahatan dikalahkan oleh kebaikan”, jadi yang baik mendapatkan kemenangan dan yang jahat mendapat hukuman. Banyak digunakan dalam film/dorama chanbara/jidaigeki.

KURAI, jenis film/dorama yang mengangkat tema kegelapan/kekelaman/kesuraman. Setara dengan film Noir lah.

MICHIYUKI, jenis film/dorama yang mengangkat tema perjalanan hidup seorang tokoh/karakter. Contohnya film Musashi.

MONOGATARI artinya Dorama yang mengangkat tema dari cerita dongeng.

PINKU EIGA, film pink alias blue film, kenapa pink? Sebab warna pink itu imej erotisme di Jepang.

RENAI (baca “ren-ai”) adalah jenis film/dorama yang mengangkat tema romantisme/kisah cinta. Renzoku renai adalah dorama romantis, sedang tanpatsu renai adalah film-TV (FTV) romantis.

RENZOKU adalah SINETROOOOOOOON XDDD , juga seperti JUNAI, kependekan dari “Junsu na ai” yaitu film yang berkepanjangan atau bersambung dengan alur cerita penuh mendayu-dayu

SEISHUN artinya sih “musim semi yang biru”, maksudnya adalah masa remaja, yup Seishun mengacu pada film/dorama remaja alias teenlit/chicklit! Singkat kata seishun=teenage movie.

TANPATSU artinya adalah “One-shot” alias film-TV, Kalau di Indonesia yaitu “FTV”, jadi satu film itu selesai cukup dalam satu cerita saja dan tidak bersambung. Contohnya film “LAST GIFT’ *film TV yang membuat saya nangis Bombay*

YORUDORA, Istilah yang dipopulerkan oleh stasiun TV NHK saat menayangkan dorama di tengah malam hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar