menyatakan "adalah" dan "bukanlah"
Menyatakan sesuatu memang sesuatu menggunakan 「だ」
Di bahasa Jepang, kita bisa menyatakan bahwa sesuatu memang seperti itu
dengan menempelkan hiragana 「だ」 hanya ke nomina (kata benda) atau
adjektiva-na (kata sifat na). Kamu akan mengerti maksud dari batasan
tersebut saat nanti kita belajar berbagai macam adjektiva.
Kalau
ingin sedikit analogi, bayangkan fungsi 「だ」 sebagaimana kata "adalah"
pada kalimat "ini adalah ikan". Kata "adalah" menegaskan bahwa benda
yang kita tunjuk itu memang merupakan ikan. Untuk adjektiva, kata yang
lebih cocok adalah "bersifat", contohnya pada kalimat "dia bersifat
cantik".
Menyatakan bahwa sesuatu memang begitu menggunakan 「だ」
Tempelkan 「だ」 ke nomina atau adjektiva-na
(1) 魚。 - Ikan.
(2) 魚だ。 - Adalah ikan.
(3) きれい。 - Cantik.
(4) きれいだ。 - Bersifat cantik.
Gampang. Bisa dilihat bahwa fungsi 「だ」 adalah menyatakan keadaan benda positif. Namun ingatlah hal berikut:
Keadaan benda bisa dinyatakan tanpa menggunakan 「だ」!
Ini bukanlah hal yang asing juga di bahasa Indonesia. Di bahasa kita
sendiri, kalimat "ini ikan" sudah bisa dimengerti tanpa perlu kata
"adalah". Pada bahasa Indonesia, kata "adalah" membuat kalimatnya
terdengar lebih formal sehingga penggunaannya lebih untuk bahasa
tertulis maupun pidato. Tidak ada aspek jenis kelamin maupun kesopanan.
Namun di bahasa Jepang nuansa yang diberikan jauh berbeda. Keberadaan
「だ」 membuat kalimatnya terdengar lebih tegas, memaksa, dan dengan kata
lain deklaratif. Oleh karenanya, yang lebih sering menggunakan 「だ」 di
akhir kalimat adalah laki-laki. Di bahasa Jepang, gaya bahasa tegas juga
berarti tidak sopan. Oleh karenanya, saat nanti belajar gaya bahasa
sopan kita akan melihat bahwa 「だ」 tidak digunakan sebagai akhiran
kalimat. Terakhir, karena 「だ」 hanya digunakan untuk membuat pernyataan,
kamu tidak bisa menggunakannya saat bertanya.
Deklaratif 「だ」 juga
diperlukan di berbagai konstruksi yang mengharuskan keadaan benda
dinyatakan dengan jelas. Ada juga kasus-kasus di mana kamu tidak boleh
menempelkannya. Semuanya cukup merepotkan tapi untuk saat ini kamu belum
perlu memikirkannya.
Konjugasi bentuk negatif
Di bahasa Jepang,
bentuk negatif dan lampau dinyatakan melalui perubahan bentuk atau
konjugasi. Nomina dan adjektiva bisa dikonjugasi ke bentuk negatif untuk
menyatakan bahwa sesuatu bukan X dan ke bentuk lampau untuk menyatakan
bahwa sesuatu dulunya X. Mungkin kedengarannya aneh, tapi
konjugasi-konjugasi tersebut tidak memiliki konotasi deklaratif
sebagaimana 「だ」. Di bab lain kita akan belajar bagaimana menggabungkan
konjugasi tersebut dengan 「だ」 untuk membuatnya deklaratif.
Pertama,
untuk bentuk negatif, kamu hanya perlu menempelkan 「じゃない」 ke nomina atau
adjektiva-na. Pada bahasa Indonesia, ini akan menjadi "bukan" seperti
pada "ini bukan ikan" atau "tidak" seperti pada "dia tidak cantik".
Aturan konjugasi untuk bentuk negatif
Tempelkan 「じゃない」 ke nomina atau adjektiva-na (例) 友達 → 友達じゃない (bukan teman) (例) きれい → きれいじゃない (tidak cantik)
Contoh
(1) 魚じゃない。- Bukan ikan. (2) 学生じゃない。- Bukan murid. (3) 静かじゃない。- Tidak hening.
Konjugasi bentuk lampau
Di bahasa Indonesia, untuk menyatakan keadaan di masa lalu digunakan
keterangan waktu seperti "tadi", "tahun lalu", "dulu", dan "waktu itu".
Contohnya adalah "ujiannya kemarin mudah". Di bahasa Jepang, yang
diperlukan adalah merubah katanya ke bentuk lampau. Pada contoh
sebelumnya, "mudah" harus dikonjugasi ke bentuk lampau. Jadi walaupun
kamu sudah menggunakan keterangan waktu, kamu tetap harus merubah
katanya ke bentuk lampau.
Untuk mengatakan bahwa sesuatu dulunya
sesuatu, 「だった」 ditempelkan ke nomina atau adjektiva-na. Kita akan secara
bebas menggunakan penanda waktu "dulu" maupun "waktu itu" sebagai
terjemahannya.
Untuk mengatakan bentuk negatif lampau (dulunya
bukan), bentuk negatifnya dikonjugasi menjadi bentuk negatif lampau
dengan membuang 「い」 dari 「じゃない」 dan menambahkan 「かった」.
Aturan konjugasi untuk bentuk lampau
Bentuk lampau: Tempelkan 「だった」 ke nomina atau adjektiva-na (例) 友達 → 友達だった (dulu teman) (例) きれい → きれいだった (dulu cantik)
Bentuk lampau negatif: Konjugasikan nomina atau adjektiva-na ke
bentuk negatif lalu ganti 「い」 pada 「じゃない」 dengan 「かった」 (例) 友達 → 友達じゃない
→ 友達じゃなかった (dulu bukan teman) (例) きれい → きれいじゃない → きれいじゃなかった (dulu tidak
cantik)
(1) 魚だった。- Dulunya ikan. (2) 学生じゃなかった。- Dulu bukan murid. (3) 静かじゃなかった。- Waktu itu tidak hening.
Ringkasan
Kita telah belajar mengkonjugasikan keadaan benda ke empat bentuk yang
mungkin. Berikutnya kita akan belajar beberapa partikel, yang
memungkinkan kita memberikan peran pada kata. Inilah tabel ringkasan
konjugasi yang dipelajari di bab ini.
Ringkasan konjugasi keadaan benda
PositifNegatif
Taklampau 魚(だ) Adalah ikan 魚じゃない Bukan ikan
Lampau 魚だった Dulu ikan 魚じゃなかった Dulu bukan ikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar